Tampilkan postingan dengan label flu babi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label flu babi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2009

Cara Mencegah Penyebaran Flu Babi

Dunia dikejutkan serangan virus flu baru yang muncul kali pertamanya di Meksiko. Departemen kesehatan Meksiko menyatakan penyakit ini telah menewaskan 86 orang dan menyerang lebih dari 1.400 sejak 13 April lalu.

Virus yang sama juga menyerang Amerika Serikat. Pemerintah AS mengumumkan bahwa virus telah ditemukan di New York, California, Texas, Kansas, dan Ohio, namun belum ada laporan mengenai korban jiwa. Sementara Spanyol, Selandia Baru, dan Kanada melaporkan dugaan kasus tersebut.

Apakah flu babi itu dan bagaimana cara pencegahannya? Berikut jawaban dari Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention

Apakah flu babi itu?

Flu babi adalah penyakit pernafasan yang menyerang babi, biasanya penyakit itu tak menular pada manusia. Ketika babi terkena penyakit ini, menurut data WHO 1-4 persen mati. Kadang flu babi juga diidap manusia yang bersentuhan dengan babi.

Mengapa flu babi seperti di Meksiko bisa mematikan?

Flu babi yang menyerang saat ini berbeda dengan jenis flu yang biasanya ada pada manusia atau babi. Jenis flu baru ini terdiri dari materi genetik babi, burung, dan manusia. Menurut WHO tak seperti flu babi biasanya, jenis baru ini bisa menular antar manusia.

Apakah babi pembawa virus ini?

Babi bisa dikatakan sebagai 'mangkuk pencampur' virus. Burung tak bisa menularkan flu ke manusia. Sedangkan babi rentan mengidap flu burung. Para ahli telah lama mengkhawatirkan flu burung yang diidap babi lantas bermutasi di tubuh babi menjadi virus yang lebih berbahaya dan bisa menular ke mamalia lain, termasuk manusia. Kasus di Meksiko, mungkin salah satu bukti kekhawatiran menjadi nyata.

Apakah virus flu babi bisa menular lewat konsumsi daging babi ?

Tidak juga, sebab babi yang masuk ke pemotongan hewan harus dipastikan bebas dari flu. Selain itu, proses pemasakan daging juga akan membunuh virus.

Adakah vaksin untuk mencegah flu babi?

Tidak ada, namun pusat pencegahan penyakit AS, CDC, sedang berusaha membuat vaksin flu babi.

Bagaimana dengan antivirus, apakah bisa mencegah flu babi?

Jenis flu ini kelihatannya sensitif dengan antivirus seperti Relenza and Tamiflu, tapi tak mempan terhadap Amantadine, Symmetrel, Rimantadine, atau Flumadine. Dalam kondisi flu biasa, jika mengkonsumsi obat 48 jam setelah bisa meringankan sakit.

Bagaimana gejala flu babi?


Gejalanya mirip flu pada umumnya yakni demam, lelah, nafsu makan hilang, dan batuk. Beberapa penderita mengelami hidung berlendir, tenggorokan sakit, muntah-muntah, dan diare.

Apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala-gejala ini?


Tetap tinggal di rumah atau sekolah untuk menghindari penularan ke orang lain. Jangan bepergian terutama dengan pesawat. Hubungi dokter untuk mendapatkan arahan tindakan, namun jangan mengunjungi klinik atau rumah sakit yang belum melakukan persiapan untuk merawat pasien flu babi.

Bagaimana cara menghindari flu babi?

Biasakan mencuci tangan secara teratur, menggunakan sabun. Pakailah masker ketika bepergian di daerah ramai untuk menghindari penyebaran kuman.

Cara Penangan Flu Babi: Sama Seperti Flu Burung

VIVAnews - Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan penderita flu babi. Sejumlah persiapan pun telah dilakukan.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr Sardikin Giriputro, kepada VIVAnews, mengatakan, penanganan pasien flu babi sama dengan flu burung. "Kedua penyakit mematikan ini memiliki karakter mirip," ujarnya.

Gejala flu babi seperti influensa biasa. Penderita biasanya mengalami demam 39-40 derajat celcius selama 1-2 hari, tenggorokan sakit dan pilek yang tak kunjung sembuh. Hanya penderita memiliki riwayat kontak dengan hewan babi atau penderita yang terinveksi virus H1N1 penyebab flu babi.

Pasien dengan gejala flu burung akan ditempatkan di ruang karantina atau Triage. Sebelum 48 sejak gelaja timbul, pasien biasanya diberi obat antivirus tamiflu.

Setelah hasil laboratorium menunjukkan positif flu babi, pasien akan diisolasi di ruang intensive care unit atau ICU. Kamar isolasi ini dilengkapi fasilitas medis seperti tempat tidur, ventilator, dan mobile X-ray. "Ini penanganan standar untuk penyakit menular seperti flu babi," ujarnya.

Seperti flu burung, flu yang tengah mewabah di Meksiko itu menular melalui udara dan kontak langsung dengan hewan terinfeksi virus H1N1. Virus yang merupakan kombinasi material genetik dari babi, burung, dan manusia itu memiliki masa inkubasi 3 sampai 4 hari.

Di Meksiko, sedikitnya terjadi 1.614 kasus flu babi dalam dua pekan terakhir. Sebanyak 103 di antaranya tewas. Bahkan flu mematikan ini mulai menyebar ke Eropa dan Amerika. Badan kesehatan dunia WHO telah memperingatkan bahwa penyakit itu berpotensi menjadi pandemi dunia.

Senin, 27 April 2009

Ciri-ciri Terserang Flu Babi

Secara umum, ciri-ciri flu babi ini mirip dengan flu biasa dengan karakteristik disertai dengan demam lebih dari 39 derajat celcius, sakit kepala, mengalami pegal linu dan iritasi mata.

Jika ada di antara keluarga, sahabat, dan rekan yang merasakan gejala tersebut di atas, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat sehingga dapat menghindari kemungkinan-kemungkinan yang lebih buruk lagi.

Flu babi dapat dicegah penyebaran antara lain dengan pemakaian masker, hindari berjabat tangan, mencium dan mencuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir. Menjaga kebersihan dan higienitas adalah jalan terbaik untuk mencegahnya...

Enam Langkah Depkes Antisipasi Flu Babi

VIVAnews - Wabah virus flu babi menyerang Meksiko, data terakhir menyebutkan sekitar 81 orang diduga tewas akibat flu mematikan itu. Flu babi juga diduga telah menyebar di wilayah Amerika Serikat. Tak mau kecolongan, Departemen Kesehatan telah menetapkan enam langkah mengantisipasi wabah flu babi.

Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, langkah pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan data dan kajian ilmiah tentang penyakit flu babi. "Kami juga berkoordinasi dengan WHO untuk memantau perkembangan," kata dia, seperti dilansir laman Departemen Kesehatan.

Langkah ketiga, kata Tjandra, adalah membuat surat edaran kewaspadaan dini, lalu melakukan rapat koordinasi dengan para kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan, berkoordinasi dengan Badan Litbangkes untuk kemungkinan pemeriksaan spesimen. "Dan berkoordinasi dengan Departemen Pertanian dan Departemen Luar Negeri untuk merumuskan langkah-langkah tindakan penanggulangan," tambah dia.

Flu babi, ujar Tjandra, adalah penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1 yang dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi. "Ada kemungkinan penularan antar manusia," tambah dia.

Secara umum flu babi mirip dengan influenza (Influenza Like Illness-ILI) dengan gejala klinis, demam, batuk pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan, napas cepat atau sesak napas, mungkin disertai mual, muntah dan diare.

Cara penularan flu babi melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita. Masa inkubasinya 3 sampai 5 hari. "Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai seperti halnya terhadap flu burung dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala flu, tambah dia.

Sebelumnya, kepada VIVAnews, Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari menyatakan departemen kesehatan siap mengantisipasi flu babi. "Antisipasi kita sudah, mewaspadai kita juga sudah," kata Siti Fadillah, Sabtu 25 April 2009.

Analisa awal pusat pengendalian penyakit AS atau Centers for Disease Control, virus babi yang menyerang Meksiko merupakan kombinasi material genetik dari flu babi, flu burung, dan flu manusia. Para ilmuwan mengkhawatirkan akan ada virus baru yang efeknya lebih ganas dan massif daripada virus flu burung. Ancaman pandemi influenza di depan mata.

Mudah-mudahan dengan kecepattanggapan semua pihak dapat mencegah penyebaran flu babi ini sehingga tidak menjadi sebesar flu burung yang lalu, secara kedua jenis flu tersebut masih saling bersaudara. Mari kita dukung segala upaya untuk mencegahnya masuk ke negeri tercinta ini.

Detektor Suhu Tangkal Flu Babi Disiagakan

VIVAnews - Pemerintah meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi masuknya virus flu babi ke Indonesia. Alat deteksi suhu tubuh atau termoscanner ditempatkan di beberapa bandara dan sejumlah pelabuhan.

"Kalau untuk di pelabuhan akan disediakan scannner untuk mengecek suhu. Kalau ada orang terindikasi flu kan suhunya meningkat," kata Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal, usai rapat flu babi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 27 April 2009.

Bila alat itu berbunyi maka dia akan mendapatkan penanganan dan penelitian lebih lanjut. Setelah itu dicari tahu apakah yang bersangkutan mengidap flu berat atau yang lainnya.

"Atau semacam ada tanda flu babi itu, nanti dia dikarantina," ujar Jusman.

Selain menempatkan alat deteksi suhu, pemerintah juga akan menerapkan sistem healt alert card. Sistem ini dalam bentuk daftar pertanyaan soal kegiatan penumpang selama satu minggu terakhir.

"Apakah penumpang itu pernah berada di daerah yang berkembang flu babi atau tidak. Dengan adanya kartu itu, proses screeningnya akan lebih baik," kata Jusman.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie, mengatakan sepuluh bandara di Indonesia sudah diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan untuk menghalau masuknya virus flu babi.

Jusman pun mempertegas pernyataan Aburizal. "Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Ngurah Rai (Bali), Juanda (Surabay), dan Hasanuddin Makassar. Untuk pelabuhan, Tanjung Priok dan Batam," kata dia.

Seperti diberitakan, Menteri kesehatan Meksiko Jose Angel Cordova mengatakan jumlah pasien yang diduga terinfeksi virus flu babi meningkat menjadi 1.614 orang. Cordova juga menyatakan setidaknya 103 orang tewas akibat virus A/H1N1 ini.

Gejala flu babi meliputi demam lebih dari 37,77 derajat Celsius, sakit badan, radang tenggorokan, batuk, sulit bernapas, dan dalam beberapa kasus pasien muntah-muntah dan diare. Belum ada vaksin khusus untuk menanggulangi virus flu babi. Virus ini biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan babi.